Monday, July 29, 2013

Pangeran yang membelot dari kerajaan Saudi


Pangeran Khalid bin Farhan Al-Saud
Riyadh – Pangeran Kerajaan Arab Saudi, Khalid Bin Farhan Al-Saud mengumumkan pembelotannya dari keluarga kerajaan Saudi melalui pernyataan di jejaring sosial, ia menyerukan pangeran lainnya untuk bersuara dan mengungkapkan kebenaran demi Allah.

Dalam pernyataannya pada hari Sabtu (27/7) seperti dilansir Al Alam, pangeran Saudi menyebut  ‘penderitaan’ di bawah pemerintahan rezim Al Saud digambarkan  sebagai pengalaman pahit dan akan diungkapkannya melalui twitter milik seorang penulis, mujtahid dan Aktifis Arab  Saad al-Faqih, yang saat ini tinggal di London .

Dia mengatakan dia bersyukur kepada Allah yang membantunya memahami kebenaran tentang rezim Saudi melalui “pengalaman pribadi yang mengerikan” sehingga ia bisa merasakan apa yang diderita oleh rakyat di seluruh negeri.

“Dengan bangga, saya mengumumkan pembelotan saya dari keluarga Al Saud di Arab Saudi,” tulisnya dalam pernyataannya.
“Rezim di Arab Saudi tidak berdiri diatas aturan Allah, bahkan seluruh peraturan yang berlaku, kebijakan, keputusan, dan tindakan Saudi hanya berdasarkan pada kehendak pribadi pemimpinnya.”

“Semua yang dikatakan di Arab Saudi bahwa mereka menghormati hukum dan aturan agama hanyalah dibuat-buat, sehingga mereka bisa berbohong dan berpura-pura bahwa rezim mematuhi aturan Islam.”
Dia mengkritik keluarga kerajaan yang menjadikan negara sebagai milik pribadi sembari membungkam semua suara dari dalam dan luar pemerintah yang menyerukan perubahan dan reformasi.

Khalid Bin Farhan mengatakan keluarga yang berkuasa dengan sengaja menarik negara ke dalam kondisi seperti saat ini, di mana suara rakyat tertindas diabaikan.

“Mereka tidak berpikir tentang apa pun kecuali keuntungan pribadi mereka saja dan tidak peduli akan nasib negara dan kepentingan rakyat atau bahkan keamanan nasional,” tambahnya.

Dia memperingatkan bahwa masalah Arab Saudi saat ini bukanlah persoalan yang bersifat  “sementara atau dangkal” dan bukan sekedar berakhir pada masalah pengangguran, upah rendah, distribusi yang kekayaan umum, fasilitas dan layanan.

“Masalah-masalah yang mendalam dan nyata,” kata Khalid menambahkan bahwa mereka prihatin dengan korupsi politik dan keuangan serta penyalahgunaan kekuasaan oleh rezim dan penipuan dalam sistem parlemen serta peradilan.

Pangeran Saudi ini mengatakan segala sesuatu yangdiutarakan oleh oposisi pro-reformasi tentang keadaan politik, ekonomi, peradilan negara, sosial dan kondisi keamanan serta penyalahgunaan nilai-nilai agama adalah benar dan “situasinya bahkan lebih buruk dari apa yang diungkapkan dalam kritik”.

Dia meminta semua orang yang peduli dengan masa depan negara untuk bergabung dengannya dan kelompok reformasi serta membuat mereka bersuara terhadap korupsi kerajaan Al Saud.

0 comments:

Post a Comment

 

Blogroll

About